11. Memberi disaat mampu itu biasa, yang luar biasa
ialah memberi disaat butuh diberi. Pemberian yang hakiki ialah bukan sekedar
materi, sikap yang menyejukkan hati dan melapangkan jiwa adalah pemberian yang
tak ternilai. Jika tidak bisa memberi dengan materi maka seyum yang tulus
adalah bentuk sikap yang dapat menentramkan jiwa bagi yang menerimanya.
12. Hidup adalah rangkaian anugerah dan cobaan. Orang yang
berani hidup adalah orang yang tabah, kuat dan sabar dalam menjalani kehidupan
dengan segala resikonya. Oleh karenanya, tetaplah waspada dengan meningkatkan
ketabahan, daya juang dan kesabaran dalam menghadapi tiap ujian dari-Nya, baik
itu ujian berupa kesenangan maupun kesulitan dan musibah.
13. Allah telah mengukur kehidupan yang paling tepat
bagi setiap hamba-Nya. Jika tidak puas dengan ketetapan-Nya yang terkadang
tidak sesuai dengan nafsumu, hal tersebut hanya akan membuat kian tenggelam
dalam kekecewaan dan keputus asaan. Maka satu-satunya jalan adalah berdamai
dengan segala bentuk keadaan dan jalani saja hidup ini dengan keimanan seiring
budi pekerti yang baik, agar kita selamat dunia akhirat.
14. Apapun yang terjadi pada dirimu adalah sesuai
dengan ketetapan Allah, itulah takdir hidupmu! Perlu engkau ketahui, bahwa tak
ada satupun makhluk yang bisa merubah takdirmu. Oleh karenanya, jangan takut
dan gelisah dalam menerima dan melihat takdir kehidupan dirimu. Percayalah,
bahwa Allah memilih yang terbaik untukmu dalam menetapkan takdir perjalanan
hidupmu!
15. Kehidupan dunia ibarat lautan nafsu yang sangat
dahsyat gelombang ombaknya. Tidak sedikit orang yang tenggelam dalam lautan
nafsu karena lalai terhadap Allah. Karenanya, tetaplah berzikir (selalu ingat)
pada Allah, kapanpun dan dimanapun agar selamat dunia akhirat. Seperti ikan
yang hidup di air laut, kendatipun sekitarnya asin tapi badanya tidak
terkontaminasi dengan rasa asin air laut, karena ikan itu hidup
16. Janji Allah
pada hamba-Nya ialah: "Barangsiapa yang takwa kepada Allah, niscaya Dia
akan mengadakan jalan keluar baginya, dan memberikan rizki dari sumber yang
tiada disangka-sangka; dan barangsiapa yang tawakal kepada Allah, niscaya Allah
akan mencukupkan (keperluannya), sesungguhnya Allah melaksanakan segala urusan,
dan benar-benar Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.
(Ath-Thalaq: 1-2).
17. Orang yang
selalu menerima nasihat dan berusaha mengamalkannya adalah termasuk golongan
orang yang akan meraih sukses dalam kehidupannya, baik untuk hidup di dunia
maupun bekal ke akhirat. Berbeda dengan orang-orang kerdil dan picik yang tak
perduli dengan nasihat dan fatwa, mereka mudah terperangkap oleh tipu daya
nafsunya dan jalan hidupnya pun akan terlunta-lunta, jauh dari kebahagiaan
dunia dan akhirat.
18. Jangan
PANIK jika menghadapi persoalan hidup. Karena KEPANIKANmu akan menambah
persoalan baru. Hadapi dengan TENANG, jangan TAKUT dan GENTAR, Tuhan akan
membantumu.
- Khawatir dan
panik tak akan mengubah sebuah keadaan. Bahkan ketika kita dilanda dua perasaan
tersebut dapat membuat kita kehilangan akal sehat. Yakinkan diri bahwa Tuhan tak pernah membiarkan kita sendiri
dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup akan mendatangkan ketenangan dan
ketenteraman, yang akan dapat membuat kita mampu berpikir jernih, sehingga akhirnya dapat menemukan jalan keluar dari persoalan yang sedang
membelenggu diri kita.
19. Serahkan segala urusan itu muaranya pada kehendak
dan kekuasaan Allah tanpa mengurangi volume usaha dan ikhtiar bagi seorang
hamba.
20.
Bila sedang dihadapkan suatu masalah yang membuat jiwa
jadi gelisah dan merana, itu suatu tanda bahwa Allah sedang mengajak
bermesaraan lewat candaria-Nya.
~ Tak ada satupun mahluk bernama
manusia yang bebas dari persoalan. Dan tiap~tiap persoalan yang menghampiri
seseorang sesungguhnya adalah satu tanda bahwa ketika itu Allah sedang memberi
kesempatan kepada umatnya untuk dapat berada lebih dekat denganNYa. Maka
kesabaran dan keikhlasan hamba dalam menghadapi persoalan hidup adalah
kunci pembuka pintu untuk
perjumpaan denganNya.