Minggu, 17 November 2013

KALAM HIKMAH BAB TAUHID DAN HAKIKAT ( 113 kalam )


1. MALAL (JENUH) itu salah satu penyakit HATI yang sangat berbahaya, teristimewa bagi orang-orang yang sedang menuju pada TUHANnya. Sebab dapat menghentikan AKTIFITAS RUHANIAH.
2. Sehat LAHIR dan BATHIN itu bak mahkota mutiara yang terletak di kepala, tak ada yang melihatnya kecuali yang sakit. Rasa nikmat hanya pada yang bersyukur atasNya.!
3. TUNTUTmu padaNya, tanda JAUHmu dariNya. DO'Amu padaNya, tanda tak YAKINmu pada KETETAPANNya. Tak berDO'A, tanda SOMBONGmu padaNya. BerDO'Alah dalam RASA tak berDO'A.


4. Setiap manusia itu HATInya SAKIT. Jika dalam waktu tiga hari tak diobati, maka HATI itu akan MATI. OBAT HATI itu ILMU yang meliputi wilayah RUHANI.
5. Kepastian tanda TAK PASTI. Ketidakpastian tanda PASTI. Mana yang PASTI dan TAK PASTI. Hanya ALLAH yang punya KEPASTIAN MUTLAK yang tak bisa ditawar. Itulah TAKDIRNYA.
6. Aroma HASUD (dengki) yang menguap dari para PENGHASUD membuat pengap pernafasan ZIKIRmu. Pakailah MASKER ILMU TAUHID dengan mengingat FATWA SYAIKH MURSYID.
7. Tanda-tanda orang yang mengikuti KEHENDAK NAFSU ialah : REDUP IMAN dan lemah YAKIN. Hidupnya selalu PROTES serta tak lapang dada menerima QODHO dan TAKDIR DARINYA..
8. Allah BERKEHENDAK hamba juga. Siapa ikut, pasti dicukupi dan siapa tak ikut, pasti disesatkan tanpa disadarinya. “KEHENDAKNYA ADANYA TIDAKMU”.
9. Ada masa-masa JENUH yang berdampak lemah melaksanakan ibadah dan nyaris pula pasif KASBI dengan selimut TAWAKKAL pada-Nya. Itu pertanda NAFSU SAWWALAT menguasai HATI.
10. Jadikanlah TAKWA sebagai busanamu, TAWADHU’ sebagai selendangmu, SYUKUR sebagai tutup kepalamu, SABAR sebagai terumpahmu, IKHLAS sebagai perhiasanmu dan MAHABBAH sebagai kacamatamu.
11. Setiap KEMAUAN memancarkan warna NAFSU yang diarah-pilihkan oleh AKAL dengan ketetapan QOLB. Adapun RUH sebagai batasan wilayah antara KEMAUAN HAMBA dengan KEHENDAK ILAHIYAH.
12. Situasi yang ada dihadapanmu adalah sebagai UJIAN IMAN untuk mencapai YAQIN. Alloh selalu memperhatikan HATI hamba-hambaNYA. Apa yang dilintaskan dalam hatinya saat DIUJI!

13. . Jaga ilmu itu menjadi OBOR. Jangan sampai dirimu KOBORAN ilmu hakikat yang menyebabkan tak kenal maqommu. Ma’rifah itu rahasia antara hamba dengan Tuhan. sadarilah dirimu pejalan yang menunggu jemputan Tuhan. Jangan seperti laron yang memburu cahaya tapi rontok sayapnya. Jadilah ulat yang sabar makan dedaunan hingga jadi kupu-kupu.
14. “FAFIRRU ILALLOH” Segera menuju TUHANmu. Pegang erat tali-tali Allah. Cari dan jadikan Syekh Mursyid sebagai WASILAHmu. BAHAGIA bila jadi MURIDnya, DERITA yang tak JUMPA.
15. Jadikanlah SYUHUD sebagai busana ruhaniah, ZIKIR makanannya dan ILMU TAUHID minumannya. Insya Allah selamat lahir batin dan sampai pada-Nya.
     ~ Secara fisik tiap~tiap manusia memiliki kebutuhan pokok yang tidak bisa ditawar yakni makan, minum dan  berpakaian agar tubuhnya tidak mudah sakit dan fisiknya dapat berkembang dengan baik. Maka demikian pula dengan wilayah ruhaniah, juga memiliki kebutuhan yang mesti dipenuhi, yakni Syuhud, Dzikir, dan Ilmu (Tauhid). Yang apabila ketiga~tiganya dipenuhi dengan baik akan dapat menyelamatkan hidup di dunia maupun akhirat, pun pula akan dapat menghantar seseorang pada perjumpaan dengan Tuhannya.
16. Maha Suci Allah Yang telah menyinari hati hamba-Nya dengan hidayah Ilmu Tauhid dan Hakikat, hingga memancar SYUHUD yang istiqomah
17. Terkadang sesuatu yang diharap itu dapat merusak hati, jika tak kesampaian. Tetaplah zikir dan Syuhud, itu lebih baik dalam membersihkan hati dari sampah dunia.
     ~ Setiap manusia memiliki keinginan~keinginan, yang bila tidak dikendalikan dapat merusak hati dan pikiran. Maka sebagai pencari spiritual sejati, kita wajib meng-istiqomah-kan zikir dan senantiasa meluruskan pandangan hati kepada Allah, agar mampu melewati proses kematangan jiwa. Sehingga mampu meraih kejernihan hati dan memiliki kesadaran penuh bahwa tidak semua keinginan bisa kita raih. Hanya Ridho Allah lah yang memungkinkan sebuah keinginan dapat dicapai atau tidak.
18. Hati itu rumah Allah. Di hati itu ada jendela untuk melihat kehidupan. Pandanglah dengan SYUHUD, agar tidak menyampah di Rumah Allah yang wajib dijaga kebersihannya.
     ~ Hati adalah rumah  Allah yang tak boleh diisi oleh apa atau siapapun kecuali sang empunya rumah. Bebaskan jiwa dan pikiran kita dengan pandangan lurus hanya kepada Allah, agar mata batin kita tetap jernih dalam memandang dan menjalani anugerah besar Allah yang bernama KEHIDUPAN.
19. Hati  itu raja yang mendengarkan dan menyimak kemauan nafsu. Kegelisahan sebenarnya bukan di hati, tapi di nafsu. Zikir dan Syuhud yang bisa menjadi penyejuk hati.
     - Secara kodrati manusia dianugerahi nafsu dalam dirinya, yang dapat membawa seseorang menuju kebaikan atau bahkan sebaliknya menuju kesesatan. Oleh karena nafsu bersifat kodrati maka  ia  tidak mungkin dibunuh dan dimusnahkan, melainkan ditaklukkan dan dikelola dengan penuh kesadaran dan keimanan yang baik agar kita selamat dunia dan akhirat. Salah satu cara menaklukkan nafsu ialah dengan jalan Zikir (senantiasa mengingat nama Allah, baik lisan maupun hati)  dan istiqomah dalam meluruskan pandangan mata hati kepada-Nya 
20. Agar Hati tak terpropokatori nafsu, bahkan bisa menenangkannya. Maka hendaklahSYUHUD dan jangan sampai mengusir Allah dari hati, walau dirasa pahit sekalipun.
     ~ Sesungguhnya nafsu itu mendorong berbuat jahat. (QS 12:53).
      Keinginan kita terkadang tidak sama dengan ketetapan Tuhan.
      Ketidak puasan menerima hidup apa adanya adalah tanda bahwa nafsu telah menguasai hati. Pada situasi seperti ini kita  kian jauh dari~Nya. Maka Kendalikan hawa nafsu dengan bimbingan syariat yang benar agar ruh kita tetap suci, sehingga senantiasa dalam bimbingan dan genggaman Tuhan. Yakinilah bahwa baik dan buruk dalam ketentuan Allah, itu pasti positif bagi kita.
21. Allah itu pencemburu, oleh karenanya: Janganlah meletakkan sesuatu apa atau siapapun di dalam Rumah Allah (Hati), Ia akan menghancurkannya dengancara-Nya sendiri
22. Kendatipun dihadapkan pada sesuatu yang menyayat jiwa dan menelanjangi nafsu, bukan berarti RUH ikut telanjang dan mogok makan. Tetaplah Syuhud dan Zikir
23. . Barangsiapa yang selalu zikir dan syuhud, niscaya ia masuk ke wilayah ke-Tuhan-an, yang berarti aman dari berbagai malapetaka dunia maupun akhirat, lahir dan batin.
24. Khabar gembira itu terkadang lebih dahsyat menguasai jiwa yang dapat melupakan syuhud kepada-Nya… Memang seorang Salik terkadang telat Syuhud dalam suka dan duka
     ~ Tanda bahwa Allah sayang  ialah akan dicobanya kita dengan kesulitan. Karena dengan kesulitan dan kekurangan maka secara otomatis akan memunculkan daya juang pada diri seseorang. Maka berhati~hati dan waspadalah bila kita selalu diberi kelebihan. Baik itu kelebihan materi, kelebihan pangkat, maupun kelebihan kedudukan.  Karena tiap~tiap yang datang pada kita pada hakikatnya adalah anugerah sekaligus cobaan.  
25.   Allah itu sangat pencemburu pada kekasih-Nya. Dia akan mencukupi siapa saja yang dikasihi-Nya, dengan syarat tak berselingkuh walau dengan seorang jua pun.
     ~ Bukti kasih sayang Allah terlihat pada surat At~Thalaq: "Barangsiapa yang takwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya, dan memberikan rizki dari sumber yang tiada disangka~sangka; dan barangsiapa yang tawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya), sesungguhnya Allah melaksanakan segala urusan, dan benar~benar Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap~tiap sesuatu. (QS 65 At~Thalaq: 2~3).
26. Keindahan di Mayapada ini sebagai cermin ke-elok-an Wujud Allah. Bersyukurlah jika diberi kesempatan tuk menikmatinya, agar hatimu dapat menerima Nur Hidayah-Nya
     ~ Kemanapun kalian menghadapkan wajah kalian, di sana ada wajah Allah (QS 2:115). Mesyukuri tiap~tiap karuniaNya akan memunculkan kesadaran dan kepekaan diri, yang dapat memunculkan kesadaran bahwa Allah bukan lagi zat yang hanya diketahui melalui ayat~ayat~Nya, namun dapat dirasakan kehadiran~Nya.
27. Banyak yang menghinari takdir, malah ketemu takdir. Minumlah tauhid, makan dengan zikir dan berbusana syuhud. Agar tidak terperangkap oleh su-uzhon.
28.  Gelisah dan Resah itu adalah salah satu virus penyakit hati. Obatilah dengan makan dan minum NABATI HATI. Insya Allah virus-virus hati akan mati dan sirna karena-Nya.
29. Hidup itu lautan NAFSU dan sangat singkat. Hanya orang-orang yang tenggelam dalam lautan dunia yang tak menyandarkan alur hidupnya pada Allahus Shamad dan Rabbul’alamin.
30. Kerinduan itu tanda cinta yang berjarak… Bagaimana kamu akan menemukan Allah, sementara kamu masih ada jarak dengan-Nya.
31. Hakekat Isra ialah perjalanan seorang salikin dalam menuntut ilmu, zikir dan syuhud. Adapun Mi’raj itu, pengalaman spiritual yang bisa diaplikasikan menjadi Uswah
32. Manusia RASANYA Allah dan Allah RAHASIA manusia. Bagaimana akan menikmati rasaNya, sementara ada rasamu yang jadi kabut rahasia dan hijab antara dirimu dengan Allah
33. Banyak manusia yang perampok dan membunuh Allah, seperti yang merasa HIDUP dan PUNYA KEHIDUPAN. Allah menghendaki ada-Nya tidakmu.
34. Apriori pada KEJAHATAN itu sebagai tanda kuatnya SYAHWAT. Membiarkan KEJAHATAN menguasainya adalah malapetaka NAFSU. Diam dibawah KEHENDAKNYA itu SYUHUD yang HAQ
35. TUNTUTmu padaNya, tanda JAUHmu dariNya. DOAmu padaNya, tanda tak YAKINmu pada KETETAPANNYA. Tak berDOA, tanda SOMBONGmu padaNya. BerDOAlah dalam RASA tak berDOA.
36. MINAH (anugerah) ALLAH hanya turun pada SALIKIN yang dibersihkan hatinya dg menjalankan RIYADHOH & MUJAHADAH. MINNAHNYA pada SALIKIN ialah rasa SYUHUD yang HAQ.
37. Kepastian tanda tak PASTI. Ketidakpastian tanda PASTI. Mana yang PASTI & TAK PASTI. Hanya ALLAH yg punya KEPASTIAN MUTLAK yang tak bisa ditawar. Itulah TAKDIRNYA.
38. Ma’rifah itu MAJDZUB dan MAJDZUB itu mengalirnya pemahaman ILMU TAUHID dengan bimbingan SYEIKH MURSYID yang bermuara pada amal THORIQOH sampai di laut WIHDATUS SYUHUD
39. Hajji HAKEKAT itu: TAKWA bekal menuju ALLAH, ZIKIR menjadi senjatanya, SYEIKH MURSID jadi juru kuncinya dan SALIKIN teman lakunya.
40. Allah BERKEHENDAK hamba juga. Siapa ikut, pasti dicukupi dan siapa tak ikut, pasti disesatkan, tanpa disadarinya. “KEHENDAKNYA ADANYA TIDAKMU”.
41. Allah tak akan menyambut SALIKIN yang mendatangani MAHLIGAINYA tanpa jubah ADABUS SYARI’AT, sorban ADABUL HIKMAH dan terumpah ADABUL HAQ.
42. Sifat KASAL itu MALAS mengerjakan IBADAH walau ada kesempatan dan keluasan waktu. Tapi jangan pula BERIBADAH dengan rasa KUASA DIRI yang dapat merusak ibadahnya.
43. Tanda-tanda orang yang mengikuti KEHENDAK NAFSU ialah REDUP IMAN dan lemah YAKIN. Hidupnya selalu PROTES serta tak lapang dada menerima QODHO dan TAKDIR DARINYA.
44. Ada masa-masa JENUH yang berdampak lemah melaksanakan ibadah dan nyaris pula pasif KASBI dengan selimut TAWAKKAL pada-Nya. Itu pertanda NAFSU SAWWALAT menguasai HATI.
45. Jadikanlah TAKWA sebagai busanamu, TAWADHU’ sebagai selendangmu, SYUKUR sebagai tutup kepalamu, SABAR sebagai terumpahmu dan MAHABBAH sebagai kacamatamu
46. SYUHUD bagi Salikin MUBTADA ialah melihat dan menyaksikan dengan kacamata ILMU, bahwa dimanapun berada selalu menemui ASMA dan SIFAT ALLAH meliputi suatu yang dilihat
47. DZUQ itu MINNAH dari-Nya, maka dengan DZUQ seorang SALIKIN dapat mengetahui batasan wilayah NAFSU, AKAL, QALB dan RUH baik yang THOBI’I atau LATIFATUR ROBBANIYAH
48. Setiap KEMAUAN memancarkan warna NAFSU yang diarah-pilihkan oleh AKAL dengan ketetapan QOLB. Adapun RUH sebagai batasan wilayah antara KEMAUAN HAMBA dengan KEHENDAK ILAHIYAH
49. Gemuruh KEHENDAK NAFSU dapat menghancurkan AKAL. Maka yang terhindar dari malapetaka itu hanya orang-orang yang istiqomah DZIKRULLAH dalam HATI serta SYUHUD dan MUSYAHADAH
50. Tanda-tanda orang yang mendapat petunjuk JALAN ILAHIYAH, akan dipertemukan dengan SYAIKH MURSYID sebagai pembimbingnya. Sungguh amat NISTA bagi yang tidak mendapat PETUNJUK itu
51. Tersayat jiwa terhempas fitnah adalah salah satu bentuk sentuhan kasih sayang ALLAH pada hamba-hambaNYA yang sedang dibersihkan jiwanya untuk bersiap jumpa dengan-NYA
52. . Bagaimana ALLAH menjemputmu, sementara engkau lesu IBADAH untuk menuju kepadaNYA. Bagaimana ALLAH akan menyambutmy, sementara engkau tak berkunjung ke “RUMAH” NYA.
53. Jadikanlah IKHLAS (MURNI) itu sebagai RUH IBADAH. Sebagaimana JASAD tanpa RUH itu MATI, maka begitu pula IBADAH tanpa IKHLAS tak akan berarti, kosong dan hampa.
54. . Ibadah MALAS walau ada waktu, LEMAH sebab bimbang dengan DUNIA dan JEMU karena maksud tak sampai. Itulah tanda orang yang BUTA HATI, DHOIF YAKIN dan NAFSU jadi tuhannya.
55. Mengapa harus khawatir dengan sesuatu selain ALLAH? Bukankah itu hanya bayang-bayang NAFSU yang harus diabaikan. YAKINLAH DENGAN PERTOLONGANNYA YANG AMAT DEKAT. DIA BESERTA KITA.
56. Jika HATImu sudah tetap HUDHURULLAH maka jangan MERANA karena ketiadaan sesuatu. Sebab yang demikian itu akan membuatKERUH HATImu. SYUHUD itu MENJERNIHKAN HATI
57. Gelisah dan Kerinduan pada Allah yang menyelimuti Hati itu sebagai tanda jauhmu ari-NYA. Hadirkanlah WUJUDNYA di setiap memandang sesuatu hingga merasakan DEKATNYA
58. KEHENDAK ALLAH itu terkadang bertentangan dengan NAFSU MANUSIAWI kita. Tapi setiap KEHENDAKNYA menyimpan RAHASIA-RAHASIA RAHMATNYA yang bisa menjadi BAHTERA KEHIDUPAN
60. GELEGAR NAFSU meruntuhkan SENDI-SENDI BANGUNAN SYARIAT dan memadamkan INSTALASI NUR ROBBANI. Bangun dan sambunglah kembali dengan ROJA’, HIMMAH DAN DZIKRULLAH diatas KESABARAN
61. Di setiap DZIKIR SYUHUDKU ada MUNAJAT khusus untukmu wahai anak-anak ruhaniahku. Semoga Allah menebarkan RAHMAT dan BAROKAH di setiap gerak hidupmu dan sejahtera keluargamu
62. Kosongkan HATImu dari sesuatu selain Allah, niscaya DIA akan memenuhi HATImu dengan berbagai RAHASIA-RAHASIA RUHANIAH dan MA’RIFAH yang tak terbatas oleh RUANG dan WAKTU
63. Bagaimana NUR ILAHI akan sampai menerangi HATImu, jika sampah-sampah DUNIA masih memenuhi RUANG HATImu. Bukankah HATI itu RUMAH ALLAH yang harus BERSIH dari selain NYA?
64. Rasa MEMILIKI yang ada pada dirimu adalah sebagai PEMICU KERESAHAN HATImu. Andai saja dapat memperkecil volume RASA MEMILIKI niscaya TENTRAM HATI & MERDEKA JIWAmu
65. Tanda-tanda HATI yang “SAKIT” ialah tak ada rasa SEDIH disaat meninggalkan IBADAH, RIYADLOH dan MUJAHADAH. Juga tak MENYESAL dikala telah berbuat MAKSIAT LAHIR BATIN…
66. . Bagaimana dirimu bisa menuju padaNYA, sementara KAKImu masih diRANTAI kenikmatan DUNIA..? Lepaskan lilitan RANTAI dengan KALIMAT TAUHID, baru bisa menuju padaNYA.!
67. Mengapa di dalam HATImu masih ada beraneka rupa WUJUD selain Allah,yang menghalangi NURALLOH sampai ke dalam HATImu..? Kosongkan HATImu dan hiasi dengan DZIKRULLOH.!
68. BABUL MA’RIFAH tak aka terbuka untukmu, selama dirimu mash berlumur GHOFLAH, berbusana KIBIR dab berterumpah BID’AH. Segeralah MANDI RUHANI dengan MAA-UL HAKEKAT.
69. Jika ingin BAHAGIA Dunia Akhirat, bersihkan hati dari SYIRIK, tanamkan AKIDAH TAUHID, korbankan sebagian HARTAmu di jalan ALLAH dan serahkan JIWARAGAmu padaNYA.
70. Salikin yang SU-UL KHULUQ ialah:Buruk Adab dan SU-UZHON terhadap MURSYID. Banyak bertanya tak DIAMALKAN. Meragukan FATWA2nya. Tidak TA’ZHIM dan TASLIM padanya
71. Hidangan hakekat selalu dihamparkan Allah khusus tuk kekasih-Nya diatas permadani karomah. Allah akan mencukupi yang dibutuhkan para kekasih-Nya lahir dan bathin.
72. Setiap manusia itu HATInya sakit., jika dalam waktu tiga hari tak diobati maka HATI itu akan mati. OBAT HATI itu ILMU yang meliputi wilayah RUHANI.
73. . Orang yang berada pada wilayah RUHANI itu akan merasakan nikmat lezatnya ILMU TAUHID dan HAKEKAT yang bermuara pada DZIKIR dan menyatu pada LAUTAN WIHDATUS SYUHUD.
74. Hanya yang buta mata hati, gelap dan sakit hatinya, TONTONAN jadi TUNTUNAN dan TUNTUNAN jadi TONTONAN. Kenikmatan duniat diutamakan, kepentingan akhirat diabaikan.
75. SUQUT itu BERHENTI dari IBADAH diawal HIDAYAH HAJBUN itu tirai yang mempesona dengan AURA (karomah) IBADAN dan TERLENA dengan KEISTIMEWAAN beserta KEINDAHANNYA.
76. Jika hatimu sudah tetap HURULLOH, maka jangan MERANA karena sesuatu yang akan menyebabkan KERUH HATImu untuk MUSYAHADAH KEPADANYA. Tertipu dengan yang FANA itu NAIF.
77. Disetiap ZIKIR SYUHUDKU ada MUNAJAT khusus untukmu wahai shohib ruhaniku. Semoga Allah menebarkan RAHMAT &BAROKAH disetiap gerak hidupmu & sejahtera keluargamu.
78. Hakekat itu dirasa (dzuq) bukan dikata (qaul). Jadilah hamba Allah yg sholeh, walau kamu mengetahui HAKEKAT KETUHANAN sekalipun. Perhatikan & Ikuti CONTOH RASUL
79. Hakekat HUSNUL KHULUQ ialah sikap batin yg sabar disaat datang BALA, syukur pd NIKMAT ALLOH dan ridho terhadap QODHO ALLOH.Tampak pd lahiriah USAHA dan IKHTIAR.
79. Seorang Salikin yg membersihkan HATI disebut TAKHOLLI, lalu menghiasinya dg Ubudiah dinamakan TAHALLI, jika sampai menemui hakekat yg dicari jadilah TAJALLI.
80. Membersihkan hati itu, tidak harus dg mengasingkan diri (kholwat). Di tempat yg ramaipun bisa, asal hatimu tetap sunyi darinya dan istiqomah memandang pada Allah.
         ~ Mengapa Allah menetapkan tiap manusia agar memenuhi kewajiban Hablum Minannaas dan Habluminallah? Tidak lain agar kita mengabdi pada Allah dengan tidak melepas kewajiban kemanusiaan kita. Sebagaimana diterangkan  dalam Hadits: "Janganlah kalian mencaci~maki dunia. Dia adalah sebaik~baik kendaraan. Dengannya orang dapat meraih kebaikan dan dapat selamat dari kejahatan." (HR. Adailami).  Berarti untuk memperoleh kejernihan hati tidak perlu lewat proses fisik mengasingkan diri dengan menjauhi  kesibukan dunia, melainkan lewat kesungguhan batin dalam memandang dan menilai kehidupan secara jujur.
         *BUKU HADITS KUNING HAL. 203
81. ALLAH itu Zat Wajibul Wujud. Yaitu hakekat HUwa yg disebut pula Insan Kamil. HUwa bukan Allah, tapi dariNya. Insan Kamil bukan HUwa, tapi nyataNya dan WujudNya.
82. Jangan PUTUS ASA, jika melihat dirimu banyak DOSA lahir & batin. Sebab Allah selalu membuka PINTU TAUBAT dan AMPUNAN setiap dosa hamba2Nya, kecuali DOSA SYIRIK.
- Tak ada dosa yang tak terampuni bagiNya (kecuali dosa syirik). Allah senantiasa membuka pintu maaf seluas-luasnya bagi siapa saja yang menyadari dosa dan kesalahannya, serta bertaubat dengan taubatan nasuha. Sebagaimana janji Allah dalam surat
83. Selama pandanganmu MENDUA, kamu akan disibukan oleh sangka2mu. Begitu pula jika masih memandang ada sesuatu selain Allah, maka dirimu tetap dalam ALAM KEGELAPAN
84. WIHDATUS SYUHUD itu DZAUQmu harus sampai pada WUJUD ALLAH YANG mendahului dalam PANDANGmu SEBELUM dan SESUDAHnya hingga MELIPUTI setiap MAKUN “LA MAUJUDAN ILALLOH”
85. Bersegeralah kamu menuju pada Tuhanmu dan berpegang erat dengan tali-taliNYA. Insya Allah sampai bersama Syeikh Mursyidmu dengan sambutan “SALAMUN QAULAM MIR ROBIR ROHIM.”
86. Secara kodrati manusia dianugerahi nafsu dalam dirinya, yang dapat membawa seseorang menuju kebaikan atau bahkan sebaliknya menuju kesesatan. Oleh karena nafsu bersifat kodrati maka ia tidak mungkin dibunuh dan dimusnahkan, melainkan ditaklukkan dan dikelola dengan penuh kesadaran dan keimanan yang baik agar kita selamat dunia dan akhirat. Salah satu cara menaklukkan nafsu ialah dengan jalan Zikir kepada-Nya..!
87. Keinginanmu terkadang tidak sama dengan ketetapan Tuhan. Ketidak puasanmu menerima hidup apa adanya sebagai tanda nafsu telah menguasai jiwa dan hati yang menyebabkan kian jauhmu dari-Nya. Maka kendalikan hawa nafsumu dengan bimbingan syariat dan hakikat agar hati dan ruhmu tetap suci dalam genggaman Tuhan. Yakinilah bahwa apapun yang ditetapkan Tuhan itu pasti baik untukmu.
88. Jangan berambisi untuk memiliki dan menguasai sesuatu apapun, raih dan cintai sesuatu itu atas dasar memelihara amanat dan anugerah Allah. Oleh karenanya, jika ingin dicintai Allah maka jangan berpaling kepada selain diri-Nya dan jika ingin dicintai makhluk maka jangan mengharapkan yang ada padanya..!!!
89. Secara fisik setiap manusia memiliki kebutuhan pokok yg tak bisa ditawar yakni Makan, Minum dan Berpakaian agar tubuhnya tidak mudah sakit dan fisiknya dapat berkembang dg baik. Maka demikian pula dg wilayah ruhaniah, juga memiliki kebutuhan yg mesti dipenuhi, yakni Amal Ibadah, Ilmu Agama (Tauhid) dan Zikir (Syuhud). Apabila ketiganya dipenuhi dg baik akan dapat menyelamatkan hidup di dunia maupun akhirat.
90. Maksiat yang mewarisi tawadu' (rendah hati) lebih baik daripada ibadah yang mewarisi kesombongan. Banyak orang yang ahli maksiat terpesona dengan orang yang ahli ibadah, seraya ingin dan kapan sepertinya. Namun tidak sedikit orang yang ahli ibadah nyinyir, apriori dan ghibah terhadap orang yang berbuat maksiat. Seharusnya yang ahli ibadah mendoakan orang ahli maksiat agar mendapat petunjuk dan bertaubat atas dosanya.
91. Dialah Dzat Yang telah menciptakan alam semesta. Semua makhluk yg ada di langit & bumi bertasbih pada Allah termasuk binatang melata juga bertasbih, memuji dan mengagungkan Allah. Malaikat Ajazil yg telah menyembah Allah selama 120 ribu tahun dilaknat menjadi Iblis hanya karena satu perintah yg tak dipatuhi alias sombong. Bagaimana dg manusia yg mengingkari perintah Allah, banyak berbuat maksiat, angkuh dan sombong?!
92. Pengabdian itu bukan sekedar pelaksanaan ibadah ritual belaka, tapi harus dibarengi dengan pengamalan esensi yang terkandung pada setiap gerak ibadah ritual. Karena Rahmat Allah melimpah, bukan sekedar pada orang-orang yang istiqomah mengabdi kepada-Nya, tapi lebih khusus lagi pada orang-orang yang bersih hatinya yang banyak menyimpan rahasia Tuhannya. Semoga kita termasuk orang yang mendapat limpahan Rahmat-Nya.
93. Kosong tapi isi ,isi tapi kosong..Tak ada yang isi tak ada yang kosong..itulah hakikat Zat Wajibul Wujud dan Hakikat yang ada di Lailatulqodar.
94. Tak ada yang membebani nafsumu kecuali yang Haq dan tak ada yang membuat gelisah hatimu kecuali makhluk dan sesuatu selain Allah. Oleh karenanya, tundukkan nafsumu dengan Himmatul 'Alia (Tekad dan semangat juang yang tak pernah pudar) dan tentramkan hatimu dengan Zikrullah. Kembalikan semua persoalan hanya pada Allah, karena hanya Allah yang dapat menyelesaikan semua persoalan hidupmu..!
95. Hidup adalah pilihan.! Setiap manusia boleh memilih, tapi harus disadari bahwa setiap pilihan mengandung resiko baik dan buruk. Memilih sesuai dengan selera nafsunya, berarti konsekwensinya penderitaan yang berkepanjangan. Berbahagialah orang yang memilih atas dasar kehendak Allah dan menerima apapun yang telah dipilihkan oleh-Nya. Semoga kita masuk golongan orang yang menerima apapun yang telah Allah pilihkan.!
96. Dalam menjalani hidup akan selalu menemukan rahasia-rahasia yang ditebarkan Allah disepanjang perjalanan. Rahasia itu adalah sebagai tanda2 atau rambu2 jalan para hamba. Banyak orang yang tersesat karena salah membaca tanda2 tersebut dan tidak sedikit pula orang yang menjadikan tanda2 itu sebagai petunjuk perjalanannya hingga selamat dan melimpah berkah atas rahmat-Nya. Semoga kita golongan orang yang mendapat Rahmat-Nya..!
97. Sabar itu tak ada batasnya, tapi jangan mengartikan sabar itu diam dan menerima apa adanya. Sabar yang sesuai dengan ajaran Islam ialah Tabah dan Berani yang berarti TEGAR. Tabah dalam menghadapi ujian dan cobaan, kemudian berani mengambil resiko untuk maju. Jangan berpikir NANTI BAGAIMANA, tapi bersikaplah BAGAIMANA NANTI. Karena pertolongan Allah pasti akan datang pada setiap orang yang berjuang tak kenal menyerah.
98. Bila nafsu telah masuk dan melekat dalam diri seseorang maka susah diobati. Hanya mengharap anugerah dan pertolongan Allah yang dapat melepaskan dirimu dari jeratan hawa nafsu. Tanda-tanda pertolongan Allah datang padamu akan diawali dengan munculnya semangat juang untuk melawan hawa nafsu, kemudian istiqomah mengabdi hanya kepada-Nya tanpa mengharap sesuatu apapun..!
99. Hamba Allah yang masuk Surga itu bukan karena amal ibadahnya, melainkan Rahmat Allah yang meliputinya. Tanda-tanda orang yang diliputi Rahmat Allah ialah menjunjung tinggi perintah Allah serta menjauhi segala larangan-Nya, kemudian istiqomah mendirikan segala macam ibadah ritual yang telah dicontohkan oleh Rasul-Nya disertai berbuat baik dan benar kepada semua orang bersifat Akhlaqulkarimah..!
100. Orang yang hatinya bercahaya dengan Nur Allah akan tampak pada perilakunya yang sabar, pemaaf dan memancarkan aura kesejukan yang langsung dirasakan oleh setiap orang yang berdekatan dengannya. Sikapnya yang lebih mengutamakan kepentingan ukhrowi dari duniawi yang membuatnya bertambah rendah hati dan selalu menerima dengan lapang dada apapun yang terjadi pada dirinya walau tidak enak dirasa oleh nafsunya..!
101. Jangan takut dengan bayang-bayang buruk masa depanmu, itu bisa jadi hanya angan-angan yang timbul dari jiwamu yang labil. Jangan pula bergembira dengan khabar kebaikan yang akan menghampirimu karena belum tentu menyenangkan dirimu, bahkan bisa jadi hanya sekedar tipuan dari nafsumu. Pasrahkan saja semuanya pada Allah, sebab hanya Allah yang tahu pasti tentan dirimu dan masa depanmu..!
102. Tidak cukup jasmaniah hanya sekedar diberi makan, minum dan pakaian tapi harus pula di olahragakan agar tetap sehat dan bugar. Begitu juga ruhaniah dan nafsaniah kita, makanannya ialah amal ibadah, minumannya ilmu yang bermanfaat, pakainya syuhud musyahadah dan olah jiwanya disaat menerima ujian dan cobaan, mampukah sabar dan tegar dalam menyikapinya..?! Bisakah mengembalikan semuanya hanya kepada Allah..?!
103. Sendiri, kini aku sendiri lagi.. Tiada istri tiada anak dan tiada cucu disampingku.. Entah pada pergi kemana..? Begitulah jika masuk ke liang lahat (kubur), kita akan sendiri tak ada yang menemani.. Malaikat akan bertanya tentang diri kita bukan kekayaan dan jabatan apalagi anak istri atau suami..!? Hanya Rahmat dan safaat yang ditunggu..! Namun, apakah rahmat dan safaat akan sampai pada diri kita..? Tergantung..?!
104. IMAN itu Warid (anugerah) dari Allah yang bisa merepolusi hati, jiwa dan dapat merubah paradigma hidup seseorang. Orang yang telah sampai pada HAKIKAT IMAN itu tidak dapat berpaling dari amal berbeda dengan orang yang telah sampai pada HAKIKAT ISLAM yang tidak mampu berhenti dari amal. Adapun orang yang telah sampai pada HAKIKAT IHSAN itu tidak mampu berpaling pada seorang juapun selain Allah.
105. Allah akan memberikan sesuatu pada hamba-Nya bukan karena hamba itu mengabdi atau ingkar kepada-Nya. Contoh: Banyak orang ingkar kepada-Nya yang berlimpah rezeki dan tidak sedikit orang yang taat kepada-Nya berkurang rezeki, inilah bukti Rahman Rahim Allah. Semoga kita ditetapkan sebagai golongan hamba yang selalu mengabdi dan taat kepada-Nya dengan menerima rezeki yang berkah dan berlimpah..!
106. DEMI MASA, masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Tidak sedikit orang yang terpenjara dengan peristiwa masa lalu, banyak pula orang yang terpedaya dengan gemerlap kehidupan di masa sekarang dan nyaris tak terhitung orang yang terpesona dengan janji masa depan. Semua orang akan tertipu dalam MASA, kecuali para KEKASIH ALLAH. Semoga kita golongan orang yang dikasihi-Nya.
107. Tak ada manusia yg terlepas dari dosa kemaksiatan, kecuali orang yg telah dijaga kesuciannya oleh Allah. Kemaksiatan apapun selain syirik akan mendapat ampunan Allah dengan syarat; menyesal, berhenti, berjanji untuk tidak mengulangi dan minta maaf terhadap orang yg teraniaya. Kemaksiatan yg diselimuti kedustaan akan berlipat dosa dan tak terampuni karena menjelma jadi syirik.
108. Jangan tersanjung dg pujian manusia, jangan pula terpedaya dg kebenciannya yg bersifat sementara, berbeda bila datangnya dari Allah yg kekal dan abadi. Juga jangan berkecil hati jika ada orang yg membencimu, yg penting Allah tidak membencimu, karena kebencian manusia yg didasari nafsu itu tidak akan membawa efek dosa dalam hidupmu. Takutlah pada murka Allah yg akan membawa derita berkepanjangan di dunia dan akhirat.
109. Kenalilah setan dengan segala sifat dan wujudnya, sebab setan itu musuh yang sangat nyata bagi manusia dan wajib kita mengibarkan bendera perang dengan bangsa setan. Setan itu tidak pernah bosan menggoda manusia, tapi setan sudah jemu disembah-sembah oleh kebanyakan manusia. Oleh karenanya, jika setan saja tidak pernah lupa terhadapmu, maka jangan kamu lupa terhadap Allah, karena nasibmu ada pada-Nya.
110. Pada hakikatnya semua kemaksiatan itu bisa sampai pada katagori syirik khofi, karena tidak ada yang melakukan kemaksiatan melainkan atas dorongan nafsu yang mempengaruhi dalam dirinya. Siapapun yang mengikuti dan mematuhi sesuatu selain Allah dikatagorikan menduakan Allah alias syirik, jika yang diikuti itu nafsu yang ada dalam dirinya maka disebut syirik khofi
111. Karena setiap orang punya kebiasaan membenci musuhnya, maka Allah sengaja menjadikan setan itu sebagai musuh manusia, diharapkan manusia akan membenci setan dan menjadikan Allah sebagai kekasihnya, namun banyak orang yang menjadikan setan sebagai kekasih selain Allah. Dengan kata lain, banyak hamba Allah yang berselingkuh dengan setan..!
112. Banyak orang yang merendahkan diri untuk menaikan mutu. Orang yang merendahkan diri, sementara dirinya merasa lebih tinggi dari yang lainnya, itu sebagai kesombongan yang membuncah dari dalam jiwanya.
113. Hakikat tawadhu' ialah pada saat seorang hamba telah melepaskan diri dari "merasa ada". Merasa punya harta, martabat dan merasa punya daya upaya untuk melakukan apapun. Jadi, selama hamba itu masih ada rasa pada daya upayanya, maka belum sampai pada martabat HAKIKAT TAWADHU'