1. MALAL
(JENUH) itu salah satu penyakit HATI
yang sangat berbahaya, teristimewa bagi orang-orang yang sedang menuju pada TUHANnya. Sebab dapat menghentikan AKTIFITAS RUHANIAH.
2. Sehat LAHIR dan BATHIN itu bak
mahkota mutiara yang terletak di kepala, tak ada yang melihatnya kecuali yang
sakit. Rasa nikmat hanya pada yang bersyukur atasNya.!
3. TUNTUTmu
padaNya, tanda JAUHmu dariNya. DO'Amu padaNya, tanda tak YAKINmu pada KETETAPANNya. Tak berDO'A,
tanda SOMBONGmu padaNya. BerDO'Alah dalam RASA tak berDO'A.
4. Setiap manusia itu HATInya SAKIT. Jika dalam waktu tiga hari tak diobati, maka HATI itu akan MATI. OBAT HATI itu ILMU yang meliputi wilayah RUHANI.
5. Kepastian tanda TAK PASTI. Ketidakpastian tanda PASTI. Mana yang PASTI
dan TAK PASTI. Hanya ALLAH yang
punya KEPASTIAN MUTLAK yang tak bisa ditawar. Itulah TAKDIRNYA.
6. Aroma HASUD (dengki) yang menguap dari para PENGHASUD membuat pengap pernafasan ZIKIRmu. Pakailah MASKER
ILMU TAUHID dengan mengingat FATWA
SYAIKH MURSYID.
7. Tanda-tanda orang yang mengikuti KEHENDAK NAFSU ialah : REDUP IMAN dan lemah YAKIN. Hidupnya selalu PROTES serta tak lapang dada menerima QODHO dan TAKDIR DARINYA..
8. Allah BERKEHENDAK hamba juga. Siapa ikut, pasti dicukupi dan siapa tak ikut,
pasti disesatkan tanpa disadarinya. “KEHENDAKNYA
ADANYA TIDAKMU”.
9. Ada masa-masa JENUH yang berdampak lemah melaksanakan ibadah dan nyaris pula
pasif KASBI dengan selimut TAWAKKAL pada-Nya. Itu pertanda NAFSU SAWWALAT menguasai HATI.
10. Jadikanlah TAKWA sebagai busanamu, TAWADHU’
sebagai selendangmu, SYUKUR sebagai
tutup kepalamu, SABAR sebagai
terumpahmu, IKHLAS sebagai
perhiasanmu dan MAHABBAH sebagai
kacamatamu.
11. Setiap KEMAUAN memancarkan warna NAFSU
yang diarah-pilihkan oleh AKAL
dengan ketetapan QOLB. Adapun RUH sebagai batasan wilayah antara KEMAUAN HAMBA dengan KEHENDAK
ILAHIYAH.
12. Situasi yang ada dihadapanmu
adalah sebagai UJIAN IMAN untuk mencapai YAQIN. Alloh selalu
memperhatikan HATI hamba-hambaNYA. Apa yang dilintaskan dalam hatinya
saat DIUJI!
13. . Jaga ilmu itu menjadi OBOR.
Jangan sampai dirimu KOBORAN ilmu hakikat yang menyebabkan tak kenal maqommu.
Ma’rifah itu rahasia antara hamba dengan Tuhan. sadarilah dirimu pejalan yang
menunggu jemputan Tuhan. Jangan seperti laron yang memburu cahaya tapi rontok
sayapnya. Jadilah ulat yang sabar makan dedaunan hingga jadi kupu-kupu.
14. “FAFIRRU ILALLOH” Segera menuju
TUHANmu. Pegang erat tali-tali Allah. Cari dan jadikan Syekh Mursyid sebagai
WASILAHmu. BAHAGIA bila jadi MURIDnya, DERITA yang tak JUMPA.
15. Jadikanlah SYUHUD sebagai busana
ruhaniah, ZIKIR makanannya dan ILMU TAUHID minumannya. Insya Allah selamat
lahir batin dan sampai pada-Nya.
~ Secara fisik tiap~tiap manusia memiliki
kebutuhan pokok yang tidak bisa ditawar yakni makan, minum dan berpakaian agar tubuhnya tidak mudah
sakit dan fisiknya dapat berkembang dengan baik. Maka demikian pula dengan
wilayah ruhaniah, juga memiliki kebutuhan yang mesti dipenuhi, yakni Syuhud,
Dzikir, dan Ilmu (Tauhid). Yang apabila ketiga~tiganya dipenuhi dengan baik
akan dapat menyelamatkan hidup di dunia maupun akhirat, pun pula akan dapat
menghantar seseorang pada perjumpaan dengan Tuhannya.
16. Maha Suci Allah Yang telah
menyinari hati hamba-Nya dengan hidayah Ilmu Tauhid dan Hakikat, hingga
memancar SYUHUD yang istiqomah
17. Terkadang sesuatu yang diharap itu
dapat merusak hati, jika tak kesampaian. Tetaplah zikir dan Syuhud, itu lebih
baik dalam membersihkan hati dari sampah dunia.
~ Setiap manusia memiliki
keinginan~keinginan, yang bila tidak dikendalikan dapat merusak hati dan
pikiran. Maka sebagai pencari spiritual sejati, kita wajib meng-istiqomah-kan
zikir dan senantiasa meluruskan pandangan hati kepada Allah, agar mampu
melewati proses kematangan jiwa. Sehingga mampu meraih kejernihan hati dan
memiliki kesadaran penuh bahwa tidak semua keinginan bisa kita raih. Hanya
Ridho Allah lah yang memungkinkan sebuah keinginan dapat dicapai atau tidak.
18. Hati itu rumah Allah. Di hati itu
ada jendela untuk melihat kehidupan. Pandanglah dengan SYUHUD, agar tidak
menyampah di Rumah Allah yang wajib dijaga kebersihannya.
~ Hati adalah rumah Allah yang tak boleh diisi oleh apa
atau siapapun kecuali sang empunya rumah. Bebaskan jiwa dan pikiran kita dengan
pandangan lurus hanya kepada Allah, agar mata batin kita tetap jernih dalam
memandang dan menjalani anugerah besar Allah yang bernama KEHIDUPAN.
19. Hati itu raja yang mendengarkan dan menyimak kemauan nafsu.
Kegelisahan sebenarnya bukan di hati, tapi di nafsu. Zikir dan Syuhud yang bisa
menjadi penyejuk hati.
- Secara kodrati manusia dianugerahi nafsu
dalam dirinya, yang dapat membawa seseorang menuju kebaikan atau bahkan
sebaliknya menuju kesesatan. Oleh karena nafsu bersifat kodrati maka ia tidak mungkin dibunuh dan dimusnahkan, melainkan ditaklukkan
dan dikelola dengan penuh kesadaran dan keimanan yang baik agar kita selamat
dunia dan akhirat. Salah satu cara menaklukkan nafsu ialah dengan jalan Zikir
(senantiasa mengingat nama Allah, baik lisan maupun hati) dan istiqomah dalam meluruskan
pandangan mata hati kepada-Nya
20. Agar Hati tak terpropokatori nafsu,
bahkan bisa menenangkannya. Maka hendaklahSYUHUD dan jangan sampai mengusir
Allah dari hati, walau dirasa pahit sekalipun.
~ Sesungguhnya nafsu itu mendorong berbuat
jahat. (QS 12:53).
Keinginan kita terkadang tidak sama
dengan ketetapan Tuhan.
Ketidak puasan menerima hidup apa
adanya adalah tanda bahwa nafsu telah menguasai hati. Pada situasi seperti ini
kita kian jauh dari~Nya. Maka
Kendalikan hawa nafsu dengan bimbingan syariat yang benar agar ruh kita tetap
suci, sehingga senantiasa dalam bimbingan dan genggaman Tuhan. Yakinilah bahwa
baik dan buruk dalam ketentuan Allah, itu pasti positif bagi kita.
21. Allah itu pencemburu, oleh
karenanya: Janganlah meletakkan sesuatu apa atau siapapun di dalam Rumah Allah
(Hati), Ia akan menghancurkannya dengancara-Nya sendiri
22. Kendatipun dihadapkan pada sesuatu
yang menyayat jiwa dan menelanjangi nafsu, bukan berarti RUH ikut telanjang dan
mogok makan. Tetaplah Syuhud dan Zikir
23. . Barangsiapa yang selalu zikir dan
syuhud, niscaya ia masuk ke wilayah ke-Tuhan-an, yang berarti aman dari
berbagai malapetaka dunia maupun akhirat, lahir dan batin.
24. Khabar gembira itu terkadang lebih
dahsyat menguasai jiwa yang dapat melupakan syuhud kepada-Nya… Memang seorang
Salik terkadang telat Syuhud dalam suka dan duka
~ Tanda bahwa Allah sayang ialah akan dicobanya kita dengan
kesulitan. Karena dengan kesulitan dan kekurangan maka secara otomatis akan
memunculkan daya juang pada diri seseorang. Maka berhati~hati dan waspadalah
bila kita selalu diberi kelebihan. Baik itu kelebihan materi, kelebihan
pangkat, maupun kelebihan kedudukan.
Karena tiap~tiap yang datang pada kita pada hakikatnya adalah anugerah
sekaligus cobaan.
25. Allah itu sangat pencemburu pada kekasih-Nya. Dia akan
mencukupi siapa saja yang dikasihi-Nya, dengan syarat tak berselingkuh walau
dengan seorang jua pun.
~ Bukti kasih sayang Allah terlihat pada
surat At~Thalaq: "Barangsiapa yang takwa kepada Allah, niscaya Dia akan
mengadakan jalan keluar baginya, dan memberikan rizki dari sumber yang tiada
disangka~sangka; dan barangsiapa yang tawakal kepada Allah, niscaya Allah akan
mencukupkan (keperluannya), sesungguhnya Allah melaksanakan segala urusan, dan
benar~benar Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap~tiap sesuatu. (QS 65
At~Thalaq: 2~3).
26. Keindahan di Mayapada ini sebagai
cermin ke-elok-an Wujud Allah. Bersyukurlah jika diberi kesempatan tuk
menikmatinya, agar hatimu dapat menerima Nur Hidayah-Nya
~ Kemanapun kalian menghadapkan wajah
kalian, di sana ada wajah Allah (QS 2:115). Mesyukuri tiap~tiap karuniaNya akan
memunculkan kesadaran dan kepekaan diri, yang dapat memunculkan kesadaran bahwa
Allah bukan lagi zat yang hanya diketahui melalui ayat~ayat~Nya, namun dapat
dirasakan kehadiran~Nya.
27. Banyak yang menghinari takdir,
malah ketemu takdir. Minumlah tauhid, makan dengan zikir dan berbusana syuhud.
Agar tidak terperangkap oleh su-uzhon.
28. Gelisah dan Resah itu adalah salah satu virus penyakit hati.
Obatilah dengan makan dan minum NABATI HATI. Insya Allah virus-virus hati akan
mati dan sirna karena-Nya.
29. Hidup itu lautan NAFSU dan sangat
singkat. Hanya orang-orang yang tenggelam dalam lautan dunia yang tak menyandarkan
alur hidupnya pada Allahus Shamad dan Rabbul’alamin.
30. Kerinduan itu tanda cinta yang
berjarak… Bagaimana kamu akan menemukan Allah, sementara kamu masih ada jarak
dengan-Nya.
31. Hakekat Isra ialah perjalanan
seorang salikin dalam menuntut ilmu, zikir dan syuhud. Adapun Mi’raj itu,
pengalaman spiritual yang bisa diaplikasikan menjadi Uswah
32. Manusia RASANYA Allah dan Allah
RAHASIA manusia. Bagaimana akan menikmati rasaNya, sementara ada rasamu yang
jadi kabut rahasia dan hijab antara dirimu dengan Allah
33. Banyak manusia yang perampok dan
membunuh Allah, seperti yang merasa HIDUP dan PUNYA KEHIDUPAN. Allah
menghendaki ada-Nya tidakmu.
34. Apriori pada KEJAHATAN itu sebagai
tanda kuatnya SYAHWAT. Membiarkan KEJAHATAN menguasainya adalah malapetaka
NAFSU. Diam dibawah KEHENDAKNYA itu SYUHUD yang HAQ
35. TUNTUTmu padaNya, tanda JAUHmu
dariNya. DOAmu padaNya, tanda tak YAKINmu pada KETETAPANNYA. Tak berDOA, tanda
SOMBONGmu padaNya. BerDOAlah dalam RASA tak berDOA.
36. MINAH (anugerah) ALLAH hanya turun
pada SALIKIN yang dibersihkan hatinya dg menjalankan RIYADHOH & MUJAHADAH.
MINNAHNYA pada SALIKIN ialah rasa SYUHUD yang HAQ.
37. Kepastian tanda tak PASTI.
Ketidakpastian tanda PASTI. Mana yang PASTI & TAK PASTI. Hanya ALLAH yg
punya KEPASTIAN MUTLAK yang tak bisa ditawar. Itulah TAKDIRNYA.
38. Ma’rifah itu MAJDZUB dan MAJDZUB
itu mengalirnya pemahaman ILMU TAUHID dengan bimbingan SYEIKH MURSYID yang
bermuara pada amal THORIQOH sampai di laut WIHDATUS SYUHUD
39. Hajji HAKEKAT itu: TAKWA bekal
menuju ALLAH, ZIKIR menjadi senjatanya, SYEIKH MURSID jadi juru kuncinya dan
SALIKIN teman lakunya.
40. Allah BERKEHENDAK hamba juga. Siapa
ikut, pasti dicukupi dan siapa tak ikut, pasti disesatkan, tanpa disadarinya.
“KEHENDAKNYA ADANYA TIDAKMU”.
41. Allah tak akan menyambut SALIKIN
yang mendatangani MAHLIGAINYA tanpa jubah ADABUS SYARI’AT, sorban ADABUL HIKMAH
dan terumpah ADABUL HAQ.
42. Sifat KASAL itu MALAS mengerjakan
IBADAH walau ada kesempatan dan keluasan waktu. Tapi jangan pula BERIBADAH
dengan rasa KUASA DIRI yang dapat merusak ibadahnya.
43. Tanda-tanda orang yang mengikuti
KEHENDAK NAFSU ialah REDUP IMAN dan lemah YAKIN. Hidupnya selalu PROTES serta
tak lapang dada menerima QODHO dan TAKDIR DARINYA.
44. Ada masa-masa JENUH yang berdampak
lemah melaksanakan ibadah dan nyaris pula pasif KASBI dengan selimut TAWAKKAL
pada-Nya. Itu pertanda NAFSU SAWWALAT menguasai HATI.
45. Jadikanlah TAKWA sebagai busanamu,
TAWADHU’ sebagai selendangmu, SYUKUR sebagai tutup kepalamu, SABAR sebagai
terumpahmu dan MAHABBAH sebagai kacamatamu
46. SYUHUD bagi Salikin MUBTADA ialah
melihat dan menyaksikan dengan kacamata ILMU, bahwa dimanapun berada selalu
menemui ASMA dan SIFAT ALLAH meliputi suatu yang dilihat
47. DZUQ itu MINNAH dari-Nya, maka
dengan DZUQ seorang SALIKIN dapat mengetahui batasan wilayah NAFSU, AKAL, QALB
dan RUH baik yang THOBI’I atau LATIFATUR ROBBANIYAH
48. Setiap KEMAUAN memancarkan warna
NAFSU yang diarah-pilihkan oleh AKAL dengan ketetapan QOLB. Adapun RUH sebagai
batasan wilayah antara KEMAUAN HAMBA dengan KEHENDAK ILAHIYAH
49. Gemuruh KEHENDAK NAFSU dapat
menghancurkan AKAL. Maka yang terhindar dari malapetaka itu hanya orang-orang
yang istiqomah DZIKRULLAH dalam HATI serta SYUHUD dan MUSYAHADAH
50. Tanda-tanda orang yang mendapat
petunjuk JALAN ILAHIYAH, akan dipertemukan dengan SYAIKH MURSYID sebagai
pembimbingnya. Sungguh amat NISTA bagi yang tidak mendapat PETUNJUK itu
51. Tersayat jiwa terhempas fitnah
adalah salah satu bentuk sentuhan kasih sayang ALLAH pada hamba-hambaNYA yang
sedang dibersihkan jiwanya untuk bersiap jumpa dengan-NYA
52. . Bagaimana ALLAH menjemputmu,
sementara engkau lesu IBADAH untuk menuju kepadaNYA. Bagaimana ALLAH akan
menyambutmy, sementara engkau tak berkunjung ke “RUMAH” NYA.
53. Jadikanlah IKHLAS (MURNI) itu
sebagai RUH IBADAH. Sebagaimana JASAD tanpa RUH itu MATI, maka begitu pula
IBADAH tanpa IKHLAS tak akan berarti, kosong dan hampa.
54. . Ibadah MALAS walau ada waktu,
LEMAH sebab bimbang dengan DUNIA dan JEMU karena maksud tak sampai. Itulah
tanda orang yang BUTA HATI, DHOIF YAKIN dan NAFSU jadi tuhannya.
55. Mengapa harus khawatir dengan
sesuatu selain ALLAH? Bukankah itu hanya bayang-bayang NAFSU yang harus
diabaikan. YAKINLAH DENGAN PERTOLONGANNYA YANG AMAT DEKAT. DIA BESERTA KITA.
56. Jika HATImu sudah tetap HUDHURULLAH
maka jangan MERANA karena ketiadaan sesuatu. Sebab yang demikian itu akan
membuatKERUH HATImu. SYUHUD itu MENJERNIHKAN HATI
57. Gelisah dan Kerinduan pada Allah
yang menyelimuti Hati itu sebagai tanda jauhmu ari-NYA. Hadirkanlah WUJUDNYA di
setiap memandang sesuatu hingga merasakan DEKATNYA
58. KEHENDAK ALLAH itu terkadang
bertentangan dengan NAFSU MANUSIAWI kita. Tapi setiap KEHENDAKNYA menyimpan
RAHASIA-RAHASIA RAHMATNYA yang bisa menjadi BAHTERA KEHIDUPAN
60. GELEGAR NAFSU meruntuhkan
SENDI-SENDI BANGUNAN SYARIAT dan memadamkan INSTALASI NUR ROBBANI. Bangun dan
sambunglah kembali dengan ROJA’, HIMMAH DAN DZIKRULLAH diatas KESABARAN
61. Di setiap DZIKIR SYUHUDKU ada
MUNAJAT khusus untukmu wahai anak-anak ruhaniahku. Semoga Allah menebarkan
RAHMAT dan BAROKAH di setiap gerak hidupmu dan sejahtera keluargamu
62. Kosongkan HATImu dari sesuatu
selain Allah, niscaya DIA akan memenuhi HATImu dengan berbagai RAHASIA-RAHASIA
RUHANIAH dan MA’RIFAH yang tak terbatas oleh RUANG dan WAKTU
63. Bagaimana NUR ILAHI akan sampai
menerangi HATImu, jika sampah-sampah DUNIA masih memenuhi RUANG HATImu.
Bukankah HATI itu RUMAH ALLAH yang harus BERSIH dari selain NYA?
64. Rasa MEMILIKI yang ada pada dirimu
adalah sebagai PEMICU KERESAHAN HATImu. Andai saja dapat memperkecil volume
RASA MEMILIKI niscaya TENTRAM HATI & MERDEKA JIWAmu
65. Tanda-tanda HATI yang “SAKIT” ialah
tak ada rasa SEDIH disaat meninggalkan IBADAH, RIYADLOH dan MUJAHADAH. Juga tak
MENYESAL dikala telah berbuat MAKSIAT LAHIR BATIN…
66. . Bagaimana dirimu bisa menuju
padaNYA, sementara KAKImu masih diRANTAI kenikmatan DUNIA..? Lepaskan lilitan
RANTAI dengan KALIMAT TAUHID, baru bisa menuju padaNYA.!
67. Mengapa di dalam HATImu masih ada
beraneka rupa WUJUD selain Allah,yang menghalangi NURALLOH sampai ke dalam HATImu..?
Kosongkan HATImu dan hiasi dengan DZIKRULLOH.!
68. BABUL MA’RIFAH tak aka terbuka
untukmu, selama dirimu mash berlumur GHOFLAH, berbusana KIBIR dab berterumpah
BID’AH. Segeralah MANDI RUHANI dengan MAA-UL HAKEKAT.
69. Jika ingin BAHAGIA Dunia Akhirat,
bersihkan hati dari SYIRIK, tanamkan AKIDAH TAUHID, korbankan sebagian HARTAmu
di jalan ALLAH dan serahkan JIWARAGAmu padaNYA.
70. Salikin yang SU-UL KHULUQ
ialah:Buruk Adab dan SU-UZHON terhadap MURSYID. Banyak bertanya tak DIAMALKAN.
Meragukan FATWA2nya. Tidak TA’ZHIM dan TASLIM padanya
71. Hidangan hakekat selalu dihamparkan
Allah khusus tuk kekasih-Nya diatas permadani karomah. Allah akan mencukupi
yang dibutuhkan para kekasih-Nya lahir dan bathin.
72. Setiap manusia itu HATInya sakit.,
jika dalam waktu tiga hari tak diobati maka HATI itu akan mati. OBAT HATI itu
ILMU yang meliputi wilayah RUHANI.
73. . Orang yang berada pada wilayah
RUHANI itu akan merasakan nikmat lezatnya ILMU TAUHID dan HAKEKAT yang bermuara
pada DZIKIR dan menyatu pada LAUTAN WIHDATUS SYUHUD.
74. Hanya yang buta mata hati, gelap
dan sakit hatinya, TONTONAN jadi TUNTUNAN dan TUNTUNAN jadi TONTONAN.
Kenikmatan duniat diutamakan, kepentingan akhirat diabaikan.
75. SUQUT itu BERHENTI dari IBADAH
diawal HIDAYAH HAJBUN itu tirai yang mempesona dengan AURA (karomah) IBADAN dan
TERLENA dengan KEISTIMEWAAN beserta KEINDAHANNYA.
76. Jika hatimu sudah tetap HURULLOH,
maka jangan MERANA karena sesuatu yang akan menyebabkan KERUH HATImu untuk
MUSYAHADAH KEPADANYA. Tertipu dengan yang FANA itu NAIF.
77. Disetiap ZIKIR SYUHUDKU ada MUNAJAT
khusus untukmu wahai shohib ruhaniku. Semoga Allah menebarkan RAHMAT
&BAROKAH disetiap gerak hidupmu & sejahtera keluargamu.
78. Hakekat itu dirasa (dzuq) bukan
dikata (qaul). Jadilah hamba Allah yg sholeh, walau kamu mengetahui HAKEKAT
KETUHANAN sekalipun. Perhatikan & Ikuti CONTOH RASUL
79. Hakekat HUSNUL KHULUQ ialah sikap
batin yg sabar disaat datang BALA, syukur pd NIKMAT ALLOH dan ridho terhadap
QODHO ALLOH.Tampak pd lahiriah USAHA dan IKHTIAR.
79. Seorang Salikin yg membersihkan
HATI disebut TAKHOLLI, lalu menghiasinya dg Ubudiah dinamakan TAHALLI, jika
sampai menemui hakekat yg dicari jadilah TAJALLI.
80. Membersihkan hati itu, tidak harus
dg mengasingkan diri (kholwat). Di tempat yg ramaipun bisa, asal hatimu tetap
sunyi darinya dan istiqomah memandang pada Allah.
~ Mengapa Allah
menetapkan tiap manusia agar memenuhi kewajiban Hablum Minannaas dan
Habluminallah? Tidak lain agar kita mengabdi pada Allah dengan tidak melepas
kewajiban kemanusiaan kita. Sebagaimana diterangkan dalam Hadits: "Janganlah kalian mencaci~maki dunia. Dia
adalah sebaik~baik kendaraan. Dengannya orang dapat meraih kebaikan dan dapat
selamat dari kejahatan." (HR. Adailami). Berarti untuk memperoleh kejernihan hati tidak perlu lewat
proses fisik mengasingkan diri dengan menjauhi kesibukan dunia, melainkan lewat kesungguhan batin dalam
memandang dan menilai kehidupan secara jujur.
*BUKU HADITS
KUNING HAL. 203
81. ALLAH itu Zat Wajibul Wujud. Yaitu
hakekat HUwa yg disebut pula Insan Kamil. HUwa bukan Allah, tapi dariNya. Insan
Kamil bukan HUwa, tapi nyataNya dan WujudNya.
82. Jangan PUTUS ASA, jika melihat
dirimu banyak DOSA lahir & batin. Sebab Allah selalu membuka PINTU TAUBAT
dan AMPUNAN setiap dosa hamba2Nya, kecuali DOSA SYIRIK.
- Tak ada dosa yang tak terampuni
bagiNya (kecuali dosa syirik). Allah senantiasa membuka pintu maaf
seluas-luasnya bagi siapa saja yang menyadari dosa dan kesalahannya, serta
bertaubat dengan taubatan nasuha. Sebagaimana janji Allah dalam surat
83. Selama pandanganmu MENDUA, kamu
akan disibukan oleh sangka2mu. Begitu pula jika masih memandang ada sesuatu
selain Allah, maka dirimu tetap dalam ALAM KEGELAPAN
84. WIHDATUS SYUHUD itu DZAUQmu harus
sampai pada WUJUD ALLAH YANG mendahului dalam PANDANGmu SEBELUM dan SESUDAHnya
hingga MELIPUTI setiap MAKUN “LA MAUJUDAN ILALLOH”
85. Bersegeralah kamu menuju pada
Tuhanmu dan berpegang erat dengan tali-taliNYA. Insya Allah sampai bersama
Syeikh Mursyidmu dengan sambutan “SALAMUN QAULAM MIR ROBIR ROHIM.”
86. Secara kodrati manusia dianugerahi nafsu dalam
dirinya, yang dapat membawa seseorang menuju kebaikan atau bahkan sebaliknya
menuju kesesatan. Oleh karena nafsu bersifat kodrati maka ia tidak mungkin
dibunuh dan dimusnahkan, melainkan ditaklukkan dan dikelola dengan penuh
kesadaran dan keimanan yang baik agar kita selamat dunia dan akhirat. Salah
satu cara menaklukkan nafsu ialah dengan jalan Zikir kepada-Nya..!
87. Keinginanmu terkadang tidak sama dengan ketetapan
Tuhan. Ketidak puasanmu menerima hidup apa adanya sebagai tanda nafsu telah
menguasai jiwa dan hati yang menyebabkan kian jauhmu dari-Nya. Maka kendalikan
hawa nafsumu dengan bimbingan syariat dan hakikat agar hati dan ruhmu tetap
suci dalam genggaman Tuhan. Yakinilah bahwa apapun yang ditetapkan Tuhan itu
pasti baik untukmu.
88. Jangan berambisi untuk memiliki dan
menguasai sesuatu apapun, raih dan cintai sesuatu itu atas dasar memelihara
amanat dan anugerah Allah. Oleh karenanya, jika ingin dicintai Allah maka
jangan berpaling kepada selain diri-Nya dan jika ingin dicintai makhluk maka
jangan mengharapkan yang ada padanya..!!!
89. Secara fisik setiap manusia
memiliki kebutuhan pokok yg tak bisa ditawar yakni Makan, Minum dan Berpakaian
agar tubuhnya tidak mudah sakit dan fisiknya dapat berkembang dg baik. Maka
demikian pula dg wilayah ruhaniah, juga memiliki kebutuhan yg mesti dipenuhi,
yakni Amal Ibadah, Ilmu Agama (Tauhid) dan Zikir (Syuhud). Apabila ketiganya
dipenuhi dg baik akan dapat menyelamatkan hidup di dunia maupun akhirat.
90. Maksiat yang mewarisi tawadu'
(rendah hati) lebih baik daripada ibadah yang mewarisi kesombongan. Banyak
orang yang ahli maksiat terpesona dengan orang yang ahli ibadah, seraya ingin
dan kapan sepertinya. Namun tidak sedikit orang yang ahli ibadah nyinyir, apriori
dan ghibah terhadap orang yang berbuat maksiat. Seharusnya yang ahli ibadah
mendoakan orang ahli maksiat agar mendapat petunjuk dan bertaubat atas dosanya.
91. Dialah Dzat Yang telah menciptakan
alam semesta. Semua makhluk yg ada di langit & bumi bertasbih pada Allah
termasuk binatang melata juga bertasbih, memuji dan mengagungkan Allah.
Malaikat Ajazil yg telah menyembah Allah selama 120 ribu tahun dilaknat menjadi
Iblis hanya karena satu perintah yg tak dipatuhi alias sombong. Bagaimana dg
manusia yg mengingkari perintah Allah, banyak berbuat maksiat, angkuh dan
sombong?!
92. Pengabdian itu bukan sekedar
pelaksanaan ibadah ritual belaka, tapi harus dibarengi dengan pengamalan esensi
yang terkandung pada setiap gerak ibadah ritual. Karena Rahmat Allah melimpah,
bukan sekedar pada orang-orang yang istiqomah mengabdi kepada-Nya, tapi lebih
khusus lagi pada orang-orang yang bersih hatinya yang banyak menyimpan rahasia
Tuhannya. Semoga kita termasuk orang yang mendapat limpahan Rahmat-Nya.
93. Kosong tapi isi ,isi tapi
kosong..Tak ada yang isi tak ada yang kosong..itulah hakikat Zat Wajibul Wujud
dan Hakikat yang ada di Lailatulqodar.
94. Tak ada yang membebani nafsumu
kecuali yang Haq dan tak ada yang membuat gelisah hatimu kecuali makhluk dan
sesuatu selain Allah. Oleh karenanya, tundukkan nafsumu dengan Himmatul 'Alia
(Tekad dan semangat juang yang tak pernah pudar) dan tentramkan hatimu dengan
Zikrullah. Kembalikan semua persoalan hanya pada Allah, karena hanya Allah yang
dapat menyelesaikan semua persoalan hidupmu..!
95. Hidup adalah pilihan.! Setiap
manusia boleh memilih, tapi harus disadari bahwa setiap pilihan mengandung
resiko baik dan buruk. Memilih sesuai dengan selera nafsunya, berarti
konsekwensinya penderitaan yang berkepanjangan. Berbahagialah orang yang
memilih atas dasar kehendak Allah dan menerima apapun yang telah dipilihkan
oleh-Nya. Semoga kita masuk golongan orang yang menerima apapun yang telah
Allah pilihkan.!
96. Dalam menjalani hidup akan selalu
menemukan rahasia-rahasia yang ditebarkan Allah disepanjang perjalanan. Rahasia
itu adalah sebagai tanda2 atau rambu2 jalan para hamba. Banyak orang yang
tersesat karena salah membaca tanda2 tersebut dan tidak sedikit pula orang yang
menjadikan tanda2 itu sebagai petunjuk perjalanannya hingga selamat dan
melimpah berkah atas rahmat-Nya. Semoga kita golongan orang yang mendapat
Rahmat-Nya..!
97. Sabar itu tak ada batasnya, tapi
jangan mengartikan sabar itu diam dan menerima apa adanya. Sabar yang sesuai
dengan ajaran Islam ialah Tabah dan Berani yang berarti TEGAR. Tabah dalam
menghadapi ujian dan cobaan, kemudian berani mengambil resiko untuk maju.
Jangan berpikir NANTI BAGAIMANA, tapi bersikaplah BAGAIMANA NANTI. Karena
pertolongan Allah pasti akan datang pada setiap orang yang berjuang tak kenal menyerah.
98. Bila nafsu telah masuk dan melekat
dalam diri seseorang maka susah diobati. Hanya mengharap anugerah dan
pertolongan Allah yang dapat melepaskan dirimu dari jeratan hawa nafsu.
Tanda-tanda pertolongan Allah datang padamu akan diawali dengan munculnya
semangat juang untuk melawan hawa nafsu, kemudian istiqomah mengabdi hanya
kepada-Nya tanpa mengharap sesuatu apapun..!
99. Hamba Allah yang masuk Surga itu
bukan karena amal ibadahnya, melainkan Rahmat Allah yang meliputinya.
Tanda-tanda orang yang diliputi Rahmat Allah ialah menjunjung tinggi perintah
Allah serta menjauhi segala larangan-Nya, kemudian istiqomah mendirikan segala
macam ibadah ritual yang telah dicontohkan oleh Rasul-Nya disertai berbuat baik
dan benar kepada semua orang bersifat Akhlaqulkarimah..!
100. Orang yang hatinya bercahaya
dengan Nur Allah akan tampak pada perilakunya yang sabar, pemaaf dan
memancarkan aura kesejukan yang langsung dirasakan oleh setiap orang yang
berdekatan dengannya. Sikapnya yang lebih mengutamakan kepentingan ukhrowi dari
duniawi yang membuatnya bertambah rendah hati dan selalu menerima dengan lapang
dada apapun yang terjadi pada dirinya walau tidak enak dirasa oleh nafsunya..!
101. Jangan takut dengan bayang-bayang
buruk masa depanmu, itu bisa jadi hanya angan-angan yang timbul dari jiwamu
yang labil. Jangan pula bergembira dengan khabar kebaikan yang akan
menghampirimu karena belum tentu menyenangkan dirimu, bahkan bisa jadi hanya
sekedar tipuan dari nafsumu. Pasrahkan saja semuanya pada Allah, sebab hanya
Allah yang tahu pasti tentan dirimu dan masa depanmu..!
102. Tidak cukup jasmaniah hanya
sekedar diberi makan, minum dan pakaian tapi harus pula di olahragakan agar
tetap sehat dan bugar. Begitu juga ruhaniah dan nafsaniah kita, makanannya
ialah amal ibadah, minumannya ilmu yang bermanfaat, pakainya syuhud musyahadah
dan olah jiwanya disaat menerima ujian dan cobaan, mampukah sabar dan tegar
dalam menyikapinya..?! Bisakah mengembalikan semuanya hanya kepada Allah..?!
103. Sendiri, kini aku sendiri lagi..
Tiada istri tiada anak dan tiada cucu disampingku.. Entah pada pergi kemana..?
Begitulah jika masuk ke liang lahat (kubur), kita akan sendiri tak ada yang
menemani.. Malaikat akan bertanya tentang diri kita bukan kekayaan dan jabatan
apalagi anak istri atau suami..!? Hanya Rahmat dan safaat yang ditunggu..!
Namun, apakah rahmat dan safaat akan sampai pada diri kita..? Tergantung..?!
104. IMAN itu Warid (anugerah) dari
Allah yang bisa merepolusi hati, jiwa dan dapat merubah paradigma hidup
seseorang. Orang yang telah sampai pada HAKIKAT IMAN itu tidak dapat berpaling
dari amal berbeda dengan orang yang telah sampai pada HAKIKAT ISLAM yang tidak
mampu berhenti dari amal. Adapun orang yang telah sampai pada HAKIKAT IHSAN itu
tidak mampu berpaling pada seorang juapun selain Allah.
105. Allah akan memberikan sesuatu pada
hamba-Nya bukan karena hamba itu mengabdi atau ingkar kepada-Nya. Contoh:
Banyak orang ingkar kepada-Nya yang berlimpah rezeki dan tidak sedikit orang
yang taat kepada-Nya berkurang rezeki, inilah bukti Rahman Rahim Allah. Semoga
kita ditetapkan sebagai golongan hamba yang selalu mengabdi dan taat kepada-Nya
dengan menerima rezeki yang berkah dan berlimpah..!
106. DEMI MASA, masa lalu, masa
sekarang dan masa yang akan datang. Tidak sedikit orang yang terpenjara dengan
peristiwa masa lalu, banyak pula orang yang terpedaya dengan gemerlap kehidupan
di masa sekarang dan nyaris tak terhitung orang yang terpesona dengan janji
masa depan. Semua orang akan tertipu dalam MASA, kecuali para KEKASIH ALLAH. Semoga
kita golongan orang yang dikasihi-Nya.
107. Tak ada manusia yg terlepas dari
dosa kemaksiatan, kecuali orang yg telah dijaga kesuciannya oleh Allah.
Kemaksiatan apapun selain syirik akan mendapat ampunan Allah dengan syarat;
menyesal, berhenti, berjanji untuk tidak mengulangi dan minta maaf terhadap
orang yg teraniaya. Kemaksiatan yg diselimuti kedustaan akan berlipat dosa dan
tak terampuni karena menjelma jadi syirik.
108. Jangan tersanjung dg pujian
manusia, jangan pula terpedaya dg kebenciannya yg bersifat sementara, berbeda
bila datangnya dari Allah yg kekal dan abadi. Juga jangan berkecil hati jika
ada orang yg membencimu, yg penting Allah tidak membencimu, karena kebencian
manusia yg didasari nafsu itu tidak akan membawa efek dosa dalam hidupmu. Takutlah
pada murka Allah yg akan membawa derita berkepanjangan di dunia dan akhirat.
109. Kenalilah setan dengan segala
sifat dan wujudnya, sebab setan itu musuh yang sangat nyata bagi manusia dan
wajib kita mengibarkan bendera perang dengan bangsa setan. Setan itu tidak
pernah bosan menggoda manusia, tapi setan sudah jemu disembah-sembah oleh
kebanyakan manusia. Oleh karenanya, jika setan saja tidak pernah lupa
terhadapmu, maka jangan kamu lupa terhadap Allah, karena nasibmu ada pada-Nya.
110. Pada hakikatnya semua kemaksiatan itu
bisa sampai pada katagori syirik khofi, karena tidak ada yang melakukan
kemaksiatan melainkan atas dorongan nafsu yang mempengaruhi dalam dirinya.
Siapapun yang mengikuti dan mematuhi sesuatu selain Allah dikatagorikan
menduakan Allah alias syirik, jika yang diikuti itu nafsu yang ada dalam
dirinya maka disebut syirik khofi
111. Karena setiap orang punya
kebiasaan membenci musuhnya, maka Allah sengaja menjadikan setan itu sebagai
musuh manusia, diharapkan manusia akan membenci setan dan menjadikan Allah
sebagai kekasihnya, namun banyak orang yang menjadikan setan sebagai kekasih
selain Allah. Dengan kata lain, banyak hamba Allah yang berselingkuh dengan
setan..!
112. Banyak orang yang merendahkan diri
untuk menaikan mutu. Orang yang merendahkan diri, sementara dirinya merasa
lebih tinggi dari yang lainnya, itu sebagai kesombongan yang membuncah dari
dalam jiwanya.
113. Hakikat tawadhu' ialah pada saat seorang hamba telah melepaskan
diri dari "merasa ada". Merasa punya harta, martabat dan merasa punya
daya upaya untuk melakukan apapun. Jadi, selama hamba itu masih ada rasa pada
daya upayanya, maka belum sampai pada martabat HAKIKAT TAWADHU'