Selasa, 12 November 2013

Kalam Hikmah ( Bab Kehidupan ) 1-10


1. Sakit hati itu bak KEGELAPAN yang menyelimutinya. Jika berada dalam KEGELAPAN, cepat nyalakan LENTERA IMAN agar NUR PEMA'AF dapat menerangi jiwa dan akal.

2. Tak ada mahkluk yang dapat merubah TAKDIRNYA yang sudah menjadi KETETAPANNYA. Do'a yang diKABULKAN atau TIDAK, tetap dalam konteks skenario TAKDIR KEKUASAAN ALLAH...!


3. SABAR itu ialah : TABAH, ULET, BERANI, dan TEGAR. Oleh karena itu jadikanlah SABAR sebagai PERISAI hidupmu. Insya Allah akan selamat dari tipu daya KEHIDUPAN DUNIA.

4. SU-UZHON itu sumber penyakit HATI. Jika ingin selamat DUNIA AKHIRAT, jangan SU-UZHON di saat memandang sesuatu, teristimewa KETETAPAN ALLAH padamu.

5. Hanya yang buta MATA HATI, gelap dan sakit HATInya. TONTONAN jadi TUNTUNAN dan TUNTUNAN buat TONTONAN. Kenikmatan DUNIA diutamakan, kepentingan AKHIRAT diabaikan.

6. BIMBANG dan GELISAH dalam menatap MASA DEPAN, suatu tanda kurang percaya bahwa ALLAH itu mempunyai sifat MAHA PEMURAH dan lagi MAHA MENCUKUPI setiap hamba-Nya. 

7.Tuntutmu pada KESEMPURNAAN makhluk itu yang menjadi sumber kekeruhan HATI di dalam memandang KEHENDAK ALLAH yang tampak di aneka ragam sifat dan perbuatan hamba-hambaNYA.

8. Dalam kehidupan, banyak orang yang berusaha menghindari takdir malah ketemu takdir. Usaha menghindar dari sesuatu yang tak disukai malah berjumpa dengan yang lebih tidak disukai. Memang, terkadang sesuatu yang tak disukai nafsu, justeru menurut Allah baik untukmu dan masa depanmu, begitu pula sesuatu yang disukai nafsu, malah menurut Allah tidak baik untukmu dan masa depanmu.

9. Tak ada seorangpun yang terbebas dari persoalan dunia. Dan setiap persoalan yang menghampiri seseorang, sesungguhnya pada ketika itu Allah sedang memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk lebih dekat dengan-Nya. Maka kesabaran dan keikhlasan hamba dalam menghadapi persoalan hidup adalah kunci pembuka pintu untuk berjumpa, bercumbu dan bermesraan dengan-Nya di dalam kenikmatan yang abadi.

10. Menghadapi berbagai macam kemelut hidup, terkadang membuat hati lelah, gelisah dan nyaris patah semangat, karena persoalan demi persoalan datang seolah tak kunjung usai. Jangan putus asa wahai anak-anakku, karena Allah tidak akan membiarkanmu terlunta-lunta dalam menghadapinya. Percayalah bahwa pertolongan Allah sangat dekat terhadap orang yang bersih hatinya dan istiqomah mengabdi kepada-Nya.