Selasa, 12 November 2013

Kalam Hikmah ( Bab kehidupan ) 21-30


21. Dunia itu ibarat tempat TIDUR yang mengundang selera TIDUR. Maka kehidupannya itu bak MIMPI dalam TIDUR. Jangan ada rasa BAHAGIA atau SEDIH karna peristiwa MIMPI.
     ~ Dunia adalah persinggahan sementara dalam perjalanan kita menuju hidup yang sesungguhnya yakni kehidupan Akhirat kelak. Itu sebabnya segala peristiwa suka maupun duka selama menjalani kehidupan inipun bersifat fana atau sementara. Pasrah dan tunduk kepada keputusan Allah, serta Keluasan dan kelapangan hati dalam menjalani dinamika kehidupan dunia ini adalah bekal kita untuk dapat meraih kebahagiaan abadi kelak dihadapan Allah.


22. Sakit hati itu bak KEGELAPAN yang menyelimutinya. Jika berada dalam KEGELAPAN, cepat nyalakan LENTERA IMAN agar NUR PEMAAF dapat menerangi wilayah jiwa dan akal

23. Sehat LAHIR dan BATIN bak ahkota mutiara yang terletak di kepala, tak ada yang melihatnya kecuali yang sakit. Rasa nikmat hanya pada yang bersyukur atas-Nya..!

24. MEMBERI disaat mampu itu BIASA, yang LUAR BIASA itu MEMBERI disaat butuh DIBERI. Belum disebut KEBAKTIAN yang SEMPURNA hingga MEMBERIKAN apa yang sangat kamu CINTAI.

25. Buncahan GHODOB itu dari sifat TAKABUR, kemudian mengalir ke JIWA dan menjadi API HUQUD yang membara HATI. Hanya dengan SYUHUD, MARAH dan DENDAM dapat dipadamkan.

26. MALAL (JENUH) itu salah satu penyakit HATI  yang sangat berbahaya, teristimewa bagi orang-orang yang sedang menuju pada TUHAN nya . Sebab dapat menghentikan  AKTIVITAS RUHANIAH.

27.
Tak ada makhluk yang dapat merubah TAKDIRnya yang sudah menjadi KETETAPANNYA. Doa yang DIKABULkan atau TIDAK, tetap dalam kontek skenario TAKDIR KEKUASAAN ALLAH…!

28. SABAR itu ialah TABAH, ULET, BERANI  dan TEGAR. Oleh karena itu jadikanlah SABAR sebagai PERISAI  hidupmu. Insya Allah akan selamat dari tipu daya KEHIDUPAN DUNIA .

29. Dalam menjalani KEHIDUPAN, jangan berkata: NANTI BAGAIMANA ? Optimis dengan BAGAIMANA  NANTI! Tanpa mengabaikan sikap HAKEKAT dan hukun SYARI’AT dg dasar  QUR’AN & HADIST.

30. Maha Adil ALLAH  yang telah menulis SKENARIO perjalanan hidup hamba-hambaNYA dengan sempurna. Yakinilah bahwa DIA sangat memahami kebutuhan hamba-hambaNYA, maka dicukupiNYA…!