21. Dunia itu ibarat tempat TIDUR yang mengundang
selera TIDUR. Maka kehidupannya itu bak MIMPI dalam TIDUR. Jangan ada rasa
BAHAGIA atau SEDIH karna peristiwa MIMPI.
~ Dunia adalah persinggahan sementara
dalam perjalanan kita menuju hidup yang sesungguhnya yakni kehidupan Akhirat
kelak. Itu sebabnya segala peristiwa suka maupun duka selama menjalani
kehidupan inipun bersifat fana atau sementara. Pasrah dan tunduk kepada
keputusan Allah, serta Keluasan dan kelapangan hati dalam menjalani dinamika
kehidupan dunia ini adalah bekal kita untuk dapat meraih kebahagiaan abadi
kelak dihadapan Allah.
22. Sakit hati itu bak KEGELAPAN yang menyelimutinya.
Jika berada dalam KEGELAPAN, cepat nyalakan LENTERA IMAN agar NUR PEMAAF dapat
menerangi wilayah jiwa dan akal
23.
Sehat LAHIR dan BATIN bak ahkota mutiara yang terletak
di kepala, tak ada yang melihatnya kecuali yang sakit. Rasa nikmat hanya pada
yang bersyukur atas-Nya..!
24.
MEMBERI disaat mampu itu BIASA, yang LUAR BIASA itu
MEMBERI disaat butuh DIBERI. Belum disebut KEBAKTIAN yang SEMPURNA hingga
MEMBERIKAN apa yang sangat kamu CINTAI.
25.
Buncahan GHODOB itu dari sifat TAKABUR, kemudian
mengalir ke JIWA dan menjadi API HUQUD yang membara HATI. Hanya dengan SYUHUD,
MARAH dan DENDAM dapat dipadamkan.
26. MALAL (JENUH) itu salah satu penyakit HATI yang sangat berbahaya, teristimewa bagi
orang-orang yang sedang menuju pada TUHAN nya . Sebab dapat menghentikan AKTIVITAS RUHANIAH.
27. Tak ada makhluk yang dapat merubah TAKDIRnya yang sudah menjadi KETETAPANNYA. Doa yang DIKABULkan atau TIDAK, tetap dalam kontek skenario TAKDIR KEKUASAAN ALLAH…!
28. SABAR itu ialah TABAH, ULET,
BERANI dan TEGAR. Oleh karena itu
jadikanlah SABAR sebagai PERISAI
hidupmu. Insya Allah akan selamat dari tipu daya KEHIDUPAN DUNIA .
29. Dalam menjalani KEHIDUPAN, jangan
berkata: NANTI BAGAIMANA ? Optimis dengan BAGAIMANA NANTI! Tanpa mengabaikan sikap HAKEKAT dan hukun SYARI’AT dg
dasar QUR’AN & HADIST.
30. Maha Adil ALLAH yang telah menulis SKENARIO perjalanan
hidup hamba-hambaNYA dengan sempurna. Yakinilah bahwa DIA sangat memahami
kebutuhan hamba-hambaNYA, maka dicukupiNYA…!